Kewajiban Anak Terhadap Orang Tua dalam Islam

Kewajiban Anak Terhadap Orang Tua dalam Islam

By Tri
Januari 10, 2022

Memiliki seorang anak merupakan dambaan setiap pasangan suami istri. Kehadiran anak bukan hanya menjadi sumber kebahagiaan, tetapi juga amanah besar dari Allah SWT. Oleh karena itu, setiap orang tua selalu memanjatkan doa agar anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan salehah, berbakti kepada orang tua, serta taat kepada ajaran agama.

Dalam Islam, hubungan antara anak dan orang tua memiliki kedudukan yang sangat mulia. Bahkan, setelah perintah untuk menyembah Allah SWT, Al-Qur’an langsung menegaskan kewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua. Lalu, apa saja kewajiban anak terhadap orang tua dalam Islam?

1. Taat dan Berbuat Baik kepada Orang Tua

Kewajiban utama seorang anak adalah taat dan berbuat baik (birrul walidain) kepada orang tua dalam segala hal, selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Ketaatan ini mencakup sikap, ucapan, serta perbuatan yang mencerminkan rasa hormat dan kasih sayang.

Allah SWT berfirman:

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya…”
(QS. Al-Isra’: 23)

Ayat ini menegaskan larangan bersikap kasar, berkata keras, bahkan sekadar mengucapkan kata yang menyakiti perasaan orang tua. Islam mengajarkan agar seorang anak selalu berkata lemah lembut dan memuliakan keduanya.

Namun demikian, jika orang tua memerintahkan kepada kemaksiatan atau kesyirikan, maka anak tidak boleh mentaatinya. Meski begitu, Islam tetap memerintahkan agar anak tetap memperlakukan orang tua dengan baik.

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik…”
(QS. Luqman: 15)

2. Memberi Nafkah kepada Orang Tua yang Membutuhkan

Kewajiban kedua adalah memberikan nafkah kepada orang tua apabila mereka berada dalam kondisi fakir atau membutuhkan, sementara anak memiliki kemampuan secara finansial. Kewajiban ini merupakan bentuk bakti dan tanggung jawab anak kepada orang tua yang telah membesarkannya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sungguh di antara harta yang paling baik dimakan oleh seseorang adalah dari hasil kerjanya, dan hasil kerja anaknya.”
(HR. Abu Daud)

Dalam hadis lain disebutkan bahwa seorang anak dan hartanya juga merupakan bagian dari hak orang tua ketika mereka membutuhkan. Hal ini menunjukkan betapa besar kedudukan orang tua dalam Islam.

Penutup

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kewajiban anak terhadap orang tua dalam Islam mencakup dua hal utama. Pertama, taat dan berbuat baik kepada orang tua dalam segala perkara yang bukan maksiat. Kedua, memberikan nafkah kepada orang tua ketika mereka membutuhkan dan anak berada dalam keadaan mampu.

Semoga kita semua dimudahkan oleh Allah SWT untuk menjadi anak-anak yang berbakti, sehingga memperoleh ridha-Nya. Wallahu a’lam bish-shawab.


Tentang Aqiqoh Nurul Hayat

Alhamdulillah, Aqiqoh Nurul Hayat bangga menjadi bagian dari gerakan dakwah dan kemanusiaan yang terus memberikan manfaat bagi umat melalui layanan aqiqah yang amanah dan sesuai syariat Islam.

Kontak: +62 819-9960-0700

Website: https://aqiqahnurulhayat.com/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top