by Tri
Januari 11, 2022
Sunat Bayi Baru Lahir?
Menurut American Academy of Pediatrics mengenai status sunat, manfaat kesehatan setelah sunat pada bayi baru lahir lebih besar daripada risikonya. Beberapa manfaat sunat meliputi:
Mengurangi risiko infeksi saluran kemih (ISK) terutama pada tahun pertama kehidupan seorang anak. ISK yang parah atau berulang dapat menyebabkan kerusakan ginjal atau bahkan sepsis(infeksi aliran darah).
Mengurangi risiko tertular Sumber HIV serta beberapa penyakit lain yang ditularkan melalui kontak seksual.
Risiko penyakit kulit berkurang yang dapat memengaruhi penis, seperti fimosis.
Risiko lebih rendah terkena kanker penis.
Selain itu, Banyak anak lelaki dan laki-laki merasa lebih mudah untuk menjaga kebersihan alat kelamin ketika sunat dialkukan. Walaupun begitu, kebersihan yang baik tetap kebersihan yang baik. Jadi, tetap ajari Si Kecil menjaga area genital mereka bersih.
Risiko Sunat Bayi Baru Lahir
Moms dand Dads, sebagai orang tua baru tentu akan gugup saat mengambil keputusan. Seperti prosedur bedah lainnya, ada beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan ketika memutuskan apakah akan menyunat Si Kecil.
Sunat adalah prosedur yang sangat umum dan jarang terjadi komplikasi. Tetapi ada risiko seperti pendarahan pada saat prosedur, infeksi, rasa sakit, dan kelainan bentuk pada penis, yang mungkin muncul di kemudian hari dalam pertumbuhan.
Akan tetapi, insiden komplikasi serius seperi kerusakan pada penis sangat rendah hanya sekitar 0,2 persen. Dilansir dari Healthline, bila ada komplikasi minor seperti pendarahan atau infeksi sekalipun hanya dilaporkan sekitar 3 persen dari rata-rata yang memberi manfaat.
Sekaligus, perlu diingat risiko ini akan minimal terjadi ketika prosedur dilakukan oleh seorang profesional medis yang terlatih dalam lingkungan kesehatan.
Perawatan Bayi yang Baru Di Sunat
Setelah membuat keputusan untuk melakukan sunat pada Si Kecil. Maka, prosedur bedah pun dilakukan. Kemudian seusai sunat, ujung penis Si Kecil mungkin tampak kekuning-kuningan selama tujuh hingga sepuluh hari.
Untuk itu, jaga area sebersih mungkin dengan mencuci penis Si Kecil dengan sabun dan air setiap hari. Ganti popoknya sesering mungkin agar urine dan feses tidak menyebabkan infeksi. American Academy of Pediatrics juga mengungkapkan dalam penyembuhan bisa menggunakan petroleum jelly Vaseline atau Neosporin.
Jika dokter telah mengenakan penis dalam kain kasa, ganti perban baru setiap kali Moms mengganti popoknya. Lapisi kain kasa dengan agar-agar agar tidak lengket. Juga perhatikan bahwa beberapa dokter menggunakan cincin plastik sebagai ganti perban, yang akan lepas dengan sendirinya dalam waktu lima hingga delapan hari.
Aqiqoh Nurul Hayat
Alhamdulilah kami bangga menjadi bagian dari sebuah gerakan dakwah dan kemanusiaan yang bahu membahu dalam wadah :