Bolehkah Aqiqah Dicicil?

by Aqiqah Nurul Hayat

Bolehkah aqiqah dicicil? Pertanyaan ini sering muncul di kalangan orang tua yang ingin melaksanakan ibadah aqiqah tetapi merasa terbebani oleh biaya sekaligus dalam satu waktu. Aqiqah adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam sebagai ungkapan rasa syukur atas kelahiran anak. Namun, karena aqiqah membutuhkan dana untuk hewan ternak, penyembelihan, dan pengolahan makanan, banyak keluarga mempertimbangkan opsi pembayaran bertahap atau dicicil.

Dalam pandangan syariat, aqiqah tidak diwajibkan seperti zakat atau shalat, tetapi tetap merupakan amalan yang memiliki banyak keutamaan. Ketika kemampuan seseorang terbatas, sebagian ulama menyatakan bahwa melaksanakan aqiqah secara bertahap atau mencicil biaya aqiqah boleh dilakukan selama niatnya baik dan semua persyaratan syariat terpenuhi. Hal ini bertujuan agar ibadah tetap terlaksana tanpa membebani kondisi ekonomi keluarga secara berlebihan.

Dalil dan Prinsip Syariat Aqiqah

Aqiqah disunnahkan oleh Rasulullah SAW pada hari ketujuh setelah kelahiran anak, seperti yang terdapat dalam hadits:

“Setiap anak itu tergadai dengan aqiqahnya, maka hendaklah disembelihkan untuknya pada hari ketujuh…” (HR. Ahmad, Tirmidzi)

Walaupun waktu yang utama adalah hari ketujuh, Islam memberikan kelonggaran bagi orang tua yang belum mampu pada waktu tersebut. Oleh karena itu, jika seseorang ingin mencicil biaya aqiqah, tujuan utamanya adalah untuk tetap melaksanakan sunnah aqiqah ketika sudah mampu.

Membagi Pembayaran Aqiqah Secara Bertahap

Praktik mencicil biaya aqiqah bisa dilakukan misalnya dengan:

  • Menyisihkan sebagian tabungan setiap bulan hingga cukup untuk hewan aqiqah.
  • Membayar penyedia layanan aqiqah secara bertahap berdasarkan kesepakatan.
  • Melaksanakan aqiqah dalam beberapa tahap menu atau jumlah porsi.

Selama pihak aqiqah dan klien sepakat tentang mekanisme pembayaran, serta niat pelaksanaannya untuk ibadah kepada Allah SWT, tidak ada larangan syariat yang jelas terhadap pembayaran secara mencicil. Yang penting adalah ketulusan dan niat baik dalam melaksanakan ibadah aqiqah itu sendiri.

Hikmah dan Etika dalam Mencicil Aqiqah

Mencicil aqiqah dapat menjadi solusi praktis, tetapi sebaiknya tetap dijalankan dengan adab dan etika Islam, antara lain:

  • Menjaga niat agar tetap ikhlas untuk ibadah, bukan semata karena kemampuan finansial.
  • Tidak menunda terus-menerus tanpa alasan yang jelas.
  • Tetap berusaha semaksimal mungkin agar aqiqah dapat diselesaikan.

Dengan demikian, aqiqah tetap terlaksana dan ibadah berjalan sesuai tuntunan, meskipun membutuh proses finansial secara bertahap.

Kesimpulan

Secara umum, bolehkah aqiqah dicicil? — jawabannya boleh selama niat baik, tujuan jelas, dan syarat syariat tetap dipenuhi. Islam memahami keterbatasan manusia dan memberi ruang bagi pelaksanaan ibadah aqiqah yang bertahap agar tidak memberatkan. Semoga penjelasan ini membantu Ayah dan Bunda yang sedang merencanakan aqiqah keluarga.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top