Jangan Ungkit Pemberian

Jangan Ungkit Pemberian

by Aqiqah Nurul Hayat

Dalam kehidupan bermasyarakat, akhlak saling menghormati dan menghargai adalah hal yang sangat penting. Salah satu bentuk akhlak mulia itu adalah jangan mengungkit pemberian orang lain, terutama bila pemberian itu berasal dari orang tua, keluarga, maupun tetangga. Sikap mengungkit atau memamerkan pemberian seringkali justru menimbulkan perasaan kurang nyaman, meskipun niat awalnya positif.

Contoh sederhana yang sering terjadi adalah ketika seseorang secara terbuka menyebutkan bantuan yang pernah diterimanya, entah itu berupa hadiah, bantuan biaya, makanan, atau sesuatu yang lain. Hal tersebut terkadang bisa membuat pemberi merasa tersinggung atau merasa “sedang dilihat”. Akhirnya, sebuah kebaikan yang seharusnya mendatangkan pahala justru berujung pada rasa canggung atau salah paham.

Akhlak Islami: Tidak Mengungkit Pemberian

Islam mengajarkan kepada setiap hamba-Nya agar bersikap rendah hati. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa diberikan sesuatu, maka janganlah ia mengungkitnya.”
(Hadis shahih riwayat Ahmad)

Hadis ini mengajarkan kepada kita agar menerima pemberian dengan rasa syukur dan tidak mengungkitnya kepada orang lain, apalagi untuk membanggakan diri atau membuat orang lain merasa berkecil hati.

Sikap seperti itu menunjukkan bahwa akhlak kita kepada pemberi harus dilandasi dengan etika dan kesopanan. Mengungkit pemberian bisa menciptakan rasa tidak nyaman di hati pemberi. Ia bisa merasa sedang dipuji atau seolah-olah diminta pujian atas kebaikan yang telah ia lakukan.

Dampak Mengeritik Pemberian

Ada beberapa dampak yang muncul ketika seseorang sering mengungkit pemberian, antara lain:

  1. Perasaan Bersalah Pemberi
    Pemberi bisa merasa tidak enak karena perhatiannya terlalu dipublikasikan.
  2. Rasa Iri dari Orang Lain
    Orang lain yang mendengar cerita tersebut mungkin merasa iri atau membandingkan diri, sehingga hubungan sosial bisa terganggu.
  3. Mengurangi Nilai Keikhlasan
    Pemberian yang mestinya bernilai pahala karena ikhlas justru berubah arah, karena terkesan dipamerkan.

Cara Menyikapi Pemberian dengan Bijak

Untuk menyikapi pemberian dengan baik, ada beberapa sikap yang bisa diterapkan:

Terima dengan Tulus
Saat menerima pemberian, terimalah dengan rasa syukur tanpa harus menyebut kepada orang lain.

Ucapkan Terima Kasih Langsung
Mengungkapkan apresiasi kepada pemberi secara langsung lebih baik daripada menceritakannya pada orang lain.

Jaga Privasi Pemberi
Hindari menyebut nama pemberi di depan umum tanpa izin, terutama di media sosial.

Dengan menerapkan sikap tersebut, hubungan antara pemberi dan penerima pemberian akan tetap hangat dan penuh rasa saling menghormati.

Kesimpulan

Secara singkat, jangan ungkit pemberian adalah prinsip akhlak yang sangat dianjurkan dalam Islam maupun norma sosial. Sikap ini menunjukkan kedewasaan emosional, rasa syukur, serta rasa hormat kepada semua pihak. Dengan rendah hati, setiap kebaikan yang diterima dapat menjadi ladang pahala tanpa harus membuat hubungan sosial menjadi canggung.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top