Tata Cara Aqiqah Sesuai Sunnah

Tata Cara Aqiqah Sesuai Sunnah

by Aqiqah Nurul Hayat

Melaksanakan aqiqah sesuai sunnah merupakan harapan banyak keluarga Muslim setelah kelahiran anak. Aqiqah bukan hanya tradisi turun-temurun, tetapi amal ibadah yang sarat makna dan memiliki landasan syariat kuat dalam Islam. Dengan memahami tata cara aqiqah yang benar, Ayah dan Bunda dapat menjalankan ibadah ini dengan tertib, penuh keberkahan, dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.

Aqiqah idealnya dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Pada hari itu, selain menyembelih hewan, bayi juga dicukur rambutnya dan namanya disebutkan. Jika belum memungkinkan di hari ketujuh, aqiqah tetap boleh dilakukan pada hari keempat belas atau hari kedua puluh satu.


1. Memilih Hewan Aqiqah yang Sesuai

Hal pertama dalam tata cara aqiqah adalah memilih hewan yang memenuhi syarat syariat, yaitu:

✔ Hewan ternak yang sehat
✔ Tidak cacat atau sakit
✔ Umurnya cukup (idealnya kambing umur >1 tahun)
✔ Tidak ada cacat yang membatalkan

Hewan yang sering dipilih untuk aqiqah adalah kambing atau domba karena ukuran dan kandungan dagingnya sudah sesuai untuk dibagikan kepada keluarga, kerabat, dan tetangga.


2. Penyembelihan Hewan Aqiqah

Penyembelihan hewan aqiqah harus dilakukan sesuai dengan syariat Islam. Berikut tata caranya:

📌 Menghadap ke Kiblat

Hewan dan penyembelih dianjurkan menghadap ke arah kiblat sebagai bentuk penghormatan ibadah.

📌 Membaca Basmalah dan Takbir

Sebelum menyembelih, penyembelih membaca:
“Bismillahi, Allahu Akbar.”
Ini dilakukan untuk memohon berkah dan agar proses penyembelihan sah secara syariat.

📌 Menggunakan Alat yang Tajam

Pisau atau alat sembelih harus tajam agar hewan tidak menderita dan prosesnya cepat.

Proses ini harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan sesuai kaidah halal.


3. Mencukur Rambut Bayi

Sebagai bagian dari sunnah, rambut bayi dicukur pada hari aqiqah. Ini bukan hanya simbolik, tetapi juga menjadi momen istimewa untuk:

  • Membersihkan kepala bayi secara simbolis
  • Menunjukkan rasa syukur kepada Allah SWT
  • Menyebutkan nama bayi kepada keluarga dan tamu undangan

Rambut yang dicukur dianjurkan ditimbang dan disedekahkan sebagai bagian dari kebaikan.


4. Mengolah dan Membagikan Daging Aqiqah

Setelah hewan disembelih, dagingnya diolah menjadi berbagai hidangan yang lezat seperti:

✔ Sate ayam atau kambing
✔ Gulai kambing
✔ Tongseng
✔ Nasi kebuli atau nasi kotak

Pembagian daging dilakukan kepada:

  • Tetangga sekitar
  • Keluarga
  • Fakir miskin
  • Anak yatim

Pembagian ini adalah bagian penting dari tata cara aqiqah yang mencerminkan rasa syukur dan semangat berbagi.


5. Doa dan Hikmah Aqiqah

Seluruh rangkaian aqiqah diakhiri dengan doa agar Allah SWT menerima ibadah ini dan memberi keberkahan bagi anak, keluarga, maupun lingkungan sekitar. Selain sebagai bentuk syukur, aqiqah mengajarkan nilai:

  • Kepedulian sosial
  • Rasa syukur
  • Kebersamaan keluarga
  • Pembinaan akhlak sejak dini

Kesimpulan

Tata cara aqiqah sesuai sunnah meliputi pemilihan hewan yang tepat, penyembelihan sesuai syariat, mencukur rambut bayi, serta mengolah dan membagikan daging aqiqah kepada yang membutuhkan. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, ibadah aqiqah dapat dilaksanakan dengan baik, tenang, dan penuh makna.

Semoga panduan ini membantu Ayah dan Bunda menjalankan ibadah aqiqah dengan penuh keyakinan dan keberkahan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top