mengatasi morning sickness pada awal kehamilan
Mengatasi Morning Sickness pada Awal Kehamilan by Aqiqah Nurul Hayat April 09, 2018 Morning sickness sering kali menjadi keluhan utama pada awal kehamilan. Oleh karena itu, agar kondisi ini tidak terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari, ibu hamil perlu memahami cara mengatasi morning sickness dengan tepat dan aman. Morning sickness merupakan kondisi mual dan muntah yang umumnya muncul pada trimester pertama kehamilan. Meskipun sering disebut “morning”, faktanya keluhan ini tidak hanya terjadi di pagi hari. Sebaliknya, morning sickness dapat muncul pada siang, malam, bahkan berlangsung sepanjang hari. Penyebab Morning Sickness pada Ibu Hamil Pada umumnya, morning sickness dipicu oleh perubahan hormon di awal kehamilan. Salah satu hormon yang berperan besar adalah human chorionic gonadotropin (hCG). Hormon ini diproduksi oleh plasenta dan berfungsi menjaga kestabilan kehamilan, termasuk mendukung produksi hormon progesteron. Selain faktor hormonal, peningkatan sensitivitas indera penciuman pada ibu hamil juga turut memengaruhi munculnya rasa mual. Akibatnya, bau tertentu yang sebelumnya biasa saja dapat memicu mual berlebihan. Dengan kata lain, kombinasi perubahan hormon dan sensitivitas tubuh menjadi penyebab utama morning sickness. Cara Mengatasi Morning Sickness Secara Alami Apabila morning sickness masih tergolong ringan hingga sedang, ibu hamil dapat mengatasinya secara mandiri di rumah. Berikut beberapa cara yang dapat membantu meredakan mual dan muntah: Pertama, pastikan ibu hamil mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Pasalnya, kelelahan dapat memperparah gejala morning sickness. Selain itu, saat bangun tidur di pagi hari, sebaiknya ibu hamil tidak langsung bangun dari tempat tidur. Sebagai gantinya, cobalah mengonsumsi roti kering atau biskuit terlebih dahulu. Cara ini juga bisa dilakukan ketika terbangun di malam hari. Selanjutnya, perbanyak minum air putih, terutama di pagi hari, untuk membantu mengurangi rasa mual dan mencegah dehidrasi. Di sisi lain, hindari makanan yang masih panas karena aromanya cenderung lebih menyengat dan dapat memicu mual. Kemudian, pilihlah makanan yang mudah dicerna serta mengandung protein dan karbohidrat, seperti keju, kraker, yoghurt, susu, selai kacang, atau buah apel. Sebaliknya, hindari makanan berlemak, terlalu asin, dan pedas. Agar lebih nyaman, ibu hamil juga disarankan makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Biasanya, rasa lapar muncul setiap 1–2 jam, sehingga pola makan ini dapat membantu menjaga kondisi lambung tetap stabil. Selain itu, konsumsi jahe atau olahan berbahan dasar jahe, seperti minuman jahe atau permen jahe, diketahui efektif membantu mengurangi rasa mual. Jangan lupa pula untuk menghindari bau atau makanan yang memicu morning sickness. Di samping menjaga pola makan, ibu hamil dianjurkan untuk menghirup udara segar dengan berjalan santai di pagi atau sore hari. Pastikan juga ventilasi rumah terbuka agar sirkulasi udara tetap baik. Lebih lanjut, ibu hamil sebaiknya menjauhi asap rokok karena dapat memperparah mual. Tak kalah penting, konsumsi makanan yang mengandung vitamin B6, seperti biji-bijian utuh dan kacang-kacangan. Jika diperlukan, suplemen vitamin B6 juga dapat dikonsumsi sesuai anjuran dokter. Terakhir, usahakan untuk tidak terlalu fokus pada rasa mual. Mengalihkan perhatian dengan aktivitas ringan dan menyenangkan dapat membantu meredakan keluhan morning sickness. Kapan Morning Sickness Perlu Diwaspadai? Seiring bertambahnya usia kehamilan, gejala morning sickness biasanya akan berangsur membaik. Pada umumnya, keluhan ini mereda saat kehamilan memasuki usia 12 minggu. Meski demikian, beberapa ibu hamil dapat mengalaminya hingga 3–4 bulan, bahkan sepanjang kehamilan. Namun, pada kondisi tertentu, morning sickness dapat berkembang menjadi hiperemesis gravidarum (HG). Kondisi ini ditandai dengan mual dan muntah yang sangat parah dan berkepanjangan. Bahkan, pada kasus berat, muntah bisa terjadi lebih dari lima puluh kali dalam sehari. Akibatnya, ibu hamil berisiko mengalami penurunan berat badan dan dehidrasi yang berbahaya bagi ibu maupun janin. Oleh sebab itu, hiperemesis gravidarum memerlukan penanganan medis segera. Jika morning sickness tidak kunjung membaik, disertai penurunan berat badan, muntah lebih dari tiga kali sehari, atau bahkan muntah darah, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. aqiqahnurulhayat.com