News

News

Berbagai Menu Olahan Masakan Aqiqah

Pilihan Menu Masakan Aqiqah yang Lezat dan Praktis Dibagikan by Aditiya | September 07, 2021 Saat merencanakan aqiqah untuk buah hati, orang tua memiliki dua pilihan: memasak sendiri atau mempercayakannya kepada penyedia jasa catering aqiqah. Banyak keluarga kini memilih jasa aqiqah agar lebih praktis, higienis, dan tidak merepotkan. Salah satu hal penting yang perlu dipikirkan adalah menu masakan aqiqah yang akan dibagikan. Olahan daging aqiqah bisa dibuat dalam berbagai variasi menu, tergantung selera keluarga dan kebutuhan tamu. Karena berbahan dasar daging kambing, proses pengolahannya pun harus ditangani oleh tenaga yang benar-benar ahli agar hasilnya empuk, tidak bau prengus, dan tetap lezat. Berikut ini beberapa menu kambing aqiqah favorit yang paling sering dipilih dan disukai banyak orang. 1. Sate Kambing Sate kambing menjadi menu paling populer dalam paket aqiqah. Potongan daging kambing direndam bumbu, ditusuk, lalu dibakar di atas bara api hingga matang sempurna. Disajikan dengan bumbu kacang, kecap manis, dan taburan bawang goreng, sate kambing selalu sukses menggugah selera. 2. Gulai Kambing Bagi pecinta masakan berkuah santan, gulai kambing adalah pilihan tepat. Olahan khas Nusantara ini dimasak dengan rempah-rempah seperti kunyit, ketumbar, jahe, dan lengkuas, menghasilkan cita rasa gurih dan aroma yang menggoda. 3. Kari Kambing Kari kambing cocok bagi Anda yang menginginkan menu praktis namun tetap nikmat. Daging kambing direbus hingga empuk lalu dimasak dengan kuah kari kental yang gurih dan ringan di lidah. 4. Rendang Kambing Tak hanya daging sapi, kambing juga bisa diolah menjadi rendang yang lezat. Dengan racikan bumbu yang tepat, rendang kambing bisa menjadi menu aqiqah istimewa, terlebih jika diolah menjadi rendang kering agar lebih tahan lama. 5. Nasi Kebuli Kambing Ingin suasana berbeda? Nasi kebuli kambing bisa jadi pilihan. Perpaduan nasi berbumbu rempah khas Timur Tengah dengan daging kambing membuat menu ini terasa spesial dan cocok disajikan dalam nasi box. 6. Tongseng Tongseng hampir mirip dengan gulai, namun menggunakan daging bertulang dan tambahan sayuran seperti kol dan tomat. Rasa gurih, manis, dan segarnya menjadikan tongseng favorit banyak orang. 7. Krengsengan Kambing Krengsengan kambing dimasak dengan kuah sangat sedikit, bahkan nyaris kering. Rasanya cenderung pedas, manis, dan gurih, cocok bagi penyuka olahan kambing yang berbumbu kuat. 8. Sop Kambing Menu sop kambing memberikan sensasi berbeda dalam sajian aqiqah. Kuah bening dengan potongan daging kambing dan sayuran terasa ringan namun tetap nikmat. 9. Kambing Masak Bumbu Wijen Menu ini terinspirasi dari masakan Korea. Daging kambing ditumis dengan campuran kecap asin, kecap manis, dan taburan wijen, menghasilkan rasa gurih dan unik. 10. Rolade Kambing Rolade kambing cocok untuk anak-anak karena teksturnya lembut dan mudah dikunyah. Biasanya dipadukan dengan sayuran seperti wortel dan kentang. 11. Kambing Gepuk Olahan khas Sunda ini dibuat dengan cara memipihkan daging kambing lalu dimasak dengan rempah hingga empuk dan agak kering, sehingga lebih tahan lama. 12. Abon Kambing Abon kambing menjadi alternatif menu aqiqah yang praktis dan awet. Teksturnya halus, rasanya gurih, dan disukai anak-anak maupun orang dewasa. Penutup Itulah berbagai pilihan menu masakan aqiqah yang bisa dijadikan referensi sebelum menentukan paket aqiqah. Dengan menu yang tepat dan pengolahan yang baik, ibadah aqiqah pun menjadi lebih berkesan dan bermakna. Aqiqoh Nurul HayatAlhamdulillah, kami bangga menjadi bagian dari gerakan dakwah dan kemanusiaan yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk ibadah aqiqah keluarga Muslim

News

Batas Waktu Aqiqah

Batas Waktu Aqiqah: Kapan Waktu Terbaik Melaksanakan Aqiqah?By Nasywa | Maret 07, 2022 Kelahiran seorang anak selalu membawa kebahagiaan bagi keluarga. Dalam Islam, salah satu cara untuk menunjukkan rasa syukur adalah dengan melaksanakan aqiqah. Orang tua yang mampu secara finansial dianjurkan untuk menyembelih kambing, dan dagingnya dibagikan kepada kerabat, tetangga, dan masyarakat yang membutuhkan. Distribusi daging aqiqah tidak hanya menumbuhkan rasa persaudaraan, tetapi juga membantu meringankan beban orang-orang kurang mampu. Semakin banyak yang menerima, semakin banyak pula kegembiraan yang dirasakan. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: Kapan waktu terbaik untuk melaksanakan aqiqah? Waktu Sunnah Aqiqah Para ulama sepakat bahwa aqiqah dianjurkan dilaksanakan pada hari ketujuh kelahiran. Hikmahnya adalah untuk meringankan keluarga yang baru menyambut bayi. Melakukan aqiqah di hari pertama bisa menjadi beban karena keluarga masih menyesuaikan diri dengan kehadiran bayi, sementara persiapan kambing membutuhkan usaha lebih. Rasulullah SAW bersabda: “Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, digundul rambutnya, dan diberi nama.”(HR. Abu Daud no. 2838, An Nasai no. 4220, Ibnu Majah no. 3165, Ahmad 5/12; shahih menurut Syaikh Al Albani) Jika Terlewat dari Hari Ketujuh Penulis Mughnil Muhtaj, Asy Syarbini rahimahullah, menambahkan: “Jika telah mencapai usia baligh, hendaklah anak mengakikahi diri sendiri untuk menunaikan yang telah luput.” (Mughnil Muhtaj, 4:391) Aqiqah Ketika Dewasa Menurut Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah: QS. At-Taghobun:16 mengingatkan: “Bertakwalah kepada Allah semampu kalian.” Kesimpulan Aqiqoh Nurul HayatAlhamdulillah, kami bangga menjadi bagian dari gerakan dakwah dan kemanusiaan yang bahu-membahu dalam melayani masyarakat melalui program aqiqah terpercaya dan syar’i.

News

aqiqah karawang

Aqiqah Karawang oleh Nurul Hayat – Praktis, Halal, dan Sesuai Syariat Aqiqah merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Jika Anda sedang mencari layanan aqiqah di Karawang, Nurul Hayat hadir sebagai solusi praktis dan terpercaya. Dengan pengalaman lebih dari 18 tahun, Nurul Hayat telah melayani ribuan keluarga untuk menunaikan ibadah aqiqah dengan amanah, halal, dan sesuai syariat. Mengapa Memilih Aqiqah Nurul Hayat Karawang? Pilihan Paket Aqiqah Karawang Nurul Hayat menyediakan beberapa paket aqiqah sesuai kebutuhan dan budget keluarga: Semua paket dapat dikombinasikan dengan nasi kotak eksklusif, lengkap dengan sambal, acar, kerupuk, dan buah. Kapan Waktu Terbaik Melaksanakan Aqiqah? Sunnah melaksanakan aqiqah pada hari ke-7 kelahiran anak. Jika luput, aqiqah bisa dilakukan pada hari ke-14 atau ke-21. Dalam hal anak sudah dewasa, aqiqah tetap menjadi tanggung jawab orang tua jika saat kelahiran mereka mampu menunaikannya.

News

manfaat kurma untuk ibu hamil

Manfaat Kurma untuk Ibu Hamil – Sehat dan Aman untuk Kehamilan by Aqiqah Magelang | April 29, 2021 Kurma bukan hanya buah lezat, tapi juga memiliki banyak manfaat bagi ibu hamil. Dikonsumsi dengan tepat, kurma dapat membantu menjaga kesehatan ibu dan perkembangan janin selama kehamilan. Yuk, simak manfaat kurma untuk setiap trimester kehamilan berikut ini. 1. Trimester Pertama: Mencegah Sembelit dan Menjaga Energi Pada trimester pertama, ibu hamil sering mengalami sembelit akibat perubahan hormon. Kurma kaya serat alami yang membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Namun, konsumsi kurma sebaiknya dalam jumlah sedang, terutama bagi ibu yang memiliki masalah gula darah. 2. Trimester Kedua: Dukungan Nutrisi dan Pencegahan Diabetes Gestasional Di trimester kedua, risiko diabetes gestasional meningkat. Kurma mengandung gula alami yang aman jika dikonsumsi secukupnya. Tetap konsultasikan dengan dokter sebelum memasukkan kurma dalam menu harian, agar kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga. 3. Trimester Ketiga: Membantu Persalinan Lebih Lancar Konsumsi kurma pada trimester ketiga dapat membantu mempercepat proses persalinan. Penelitian menunjukkan ibu hamil yang rutin makan kurma mulai minggu ke-36 memiliki persalinan lebih mudah dan lancar. Dianjurkan makan 6 buah kurma sehari pada fase ini, tentunya dengan saran dokter. Tips Aman Konsumsi Kurma untuk Ibu Hamil Kurma adalah teman sehat ibu hamil yang bisa membantu pencernaan, memberi energi, dan mendukung kelancaran persalinan. Dengan konsumsi yang tepat, kurma akan membawa banyak manfaat untuk ibu dan bayi.

News

Hukum Aqiqah Anak tapi Diri Sendiri Belum Bolehkah

Hukum Aqiqah Anak Tapi Diri Sendiri Belum, Bolehkah? by Tri Wahyudi | Januari 06, 2022 Dalam Islam, Aqiqah adalah ibadah menyembelih hewan ternak pada hari ketujuh setelah kelahiran anak. Pertanyaannya, bolehkah menunaikan Aqiqah untuk anak jika diri sendiri belum Aqiqah? Simak penjelasannya berikut ini. Pengertian Aqiqah Aqiqah berasal dari bahasa Arab al-qat’u yang berarti “memotong”. Ibadah ini termasuk sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan dan hampir mendekati tingkat wajib. Hukum Aqiqah Anak Jika Diri Sendiri Belum Menurut Buya Yahya, orang tua wajib menunaikan Aqiqah untuk anaknya: “Aqiqahilah anakmu. Sebab yang bertugas mengaqiqahi anakmu adalah dirimu (orang tua), dan yang bertugas mengaqiqahi dirimu adalah bapakmu, ayah dan ibundamu.” Artinya, mendahulukan Aqiqah anak yang baru lahir adalah sunnah yang dianjurkan, sementara Aqiqah untuk diri sendiri dapat dilakukan nanti ketika memiliki rezeki. Waktu Pelaksanaan Aqiqah Aqiqah dianjurkan pada hari ketujuh kelahiran anak, namun boleh juga dilakukan pada hari ke-14 atau ke-21. Ketentuan Hewan Aqiqah Hewan yang disembelih sebaiknya kambing atau domba dengan umur kurang dari setengah tahun. Proses Aqiqah juga menjadi momen memberi nama baik untuk bayi dan mencukur rambutnya. Doa Aqiqah Doa yang dibacakan saat penyembelihan hewan Aqiqah: “Bismillah, Allahumma taqobbal min muhammadin, wa aali muhammadin, wa min ummati muhammadin.” Artinya:“Dengan nama Allah, ya Allah terimalah (kurban) dari Muhammad dan keluarga Muhammad serta dari umat Muhammad.” Doa untuk bayi yang diaqiqahkan: “U’iidzuka bi kalimaatillaahit tammaati min kulli syaithooni wa haammah. Wa min kulli ‘ainin laammah.” Artinya:“Saya perlindungkan engkau, wahai bayi, dengan kalimat Allah yang prima, dari tiap-tiap godaan syaitan, serta tiap-tiap pandangan yang penuh kebencian.” Kesimpulan Melaksanakan Aqiqah anak yang baru lahir adalah kewajiban orang tua, meskipun orang tua itu sendiri belum Aqiqah. Aqiqah untuk diri sendiri bisa dilakukan kemudian, setelah kewajiban menunaikan Aqiqah anak terpenuhi.

News

Aqiqah itu sunnah atau wajib?

Aqiqah Itu Sunnah atau Wajib? by Aqiqah Surabaya | April 17, 2015 Aqiqah merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan dalam Islam. Banyak orang sering bertanya: “Aqiqah itu sunnah atau wajib?” Berikut penjelasannya secara lengkap. Dalil Aqiqah Dalam hadits disebutkan, “Setiap anak tertuntut dengan ‘Aqiqah’-nya.” Hadits lain menegaskan, anak laki-laki dianjurkan di-Aqiqah dengan 2 kambing, sedangkan anak perempuan dengan 1 kambing. Hukum Aqiqah Menurut Ulama Mayoritas ulama, termasuk Imam Syafi’i, Imam Ahmad, dan Imam Malik, menegaskan bahwa hukum Aqiqah adalah sunnah. Mereka berargumen, jika Aqiqah wajib, Rasulullah SAW pasti menjelaskannya secara tegas sebagai kewajiban yang jelas dalam agama. Di sisi lain, beberapa ulama seperti Imam Hasan Al-Bashri dan Imam Laits berpendapat bahwa Aqiqah wajib. Mereka menafsirkan hadits di atas bahwa seorang anak “tertahan” hak syafaatnya bagi orang tua hingga dilakukan Aqiqah. Ada juga sebagian kecil ulama yang mengingkari hukum Aqiqah, tetapi pendapat ini kurang berdasar dan tidak diikuti secara luas. Kesimpulan Berdasarkan dalil dan pendapat mayoritas ulama, Aqiqah termasuk sunnah. Bagi ayah yang mampu, dianjurkan untuk melaksanakan Aqiqah agar mendapatkan pahala dan ikut menumbuhkan rasa cinta di masyarakat. Tradisi ini juga menjadi momen untuk mengundang tetangga dan keluarga dalam acara walimah Aqiqah. Aqiqah Nurul HayatAlhamdulillah, kami bangga menjadi bagian dari gerakan dakwah dan kemanusiaan melalui layanan Aqiqah yang amanah, sesuai syariat, dan praktis.

News

qiqo bertemu indah dewi pertiwi idp

Qiqo Bertemu Indah Dewi Pertiwi (IDP) di Aqiqah Nurul Hayat Jabodetabek Oleh Aqiqah Jabodetabek Nurul Hayat | 11 Juli 2019 Lama tak terdengar kabarnya, kak Indah Dewi Pertiwi (IDP) kini semakin anggun dengan penampilan berhijabnya. Semoga Allah memberkahi dan istiqomahkan beliau di jalan dakwah. Aamiin. Kesempatan kali ini, IDP berkenalan dengan Qiqo, maskot dari Aqiqah Nurul Hayat. Senangnya bisa berbagi momen manis ini! Layanan Aqiqah Anak di Jabodetabek Aqiqah Nurul Hayat Jabodetabek siap membantu orang tua untuk melaksanakan ibadah aqiqah secara mudah, praktis, dan sesuai syariat Islam. Layanan kami meliputi: Semua layanan kami bersertifikasi halal MUI dan mengikuti standar higienis dari Depkes, sehingga ibadah Anda berjalan lancar dan aman. Pesan Aqiqah Sekarang Mumpung liburan, ini waktu yang tepat untuk memesan Aqiqah anak melalui Nurul Hayat. Anda bisa: Untuk informasi lengkap dan pemesanan, kunjungi halaman kontak kami: http://aqiqahnurulhayat.com/kontak Tags: #Aqiqah #LayananAqiqah #NurulHayat #AqiqahJabodetabek #PaketAqiqah

News

jenis dan umur hewan qurban anda

Jenis dan Umur Hewan Qurban yang Sesuai Syariat Oleh Aqiqah Surabaya | 8 September 2015 Dalam melaksanakan hewan qurban sesuai syariat, pemilihan jenis dan umur hewan sangat penting agar ibadah qurban sah dan diterima Allah. Hewan qurban harus berupa ternak seperti onta, sapi, dan kambing, baik kambing lokal maupun domba/kibasy. Memahami aturan ini membantu umat Islam menjalankan ibadah qurban dengan benar. Hal ini sesuai firman Allah: “Dan bagi setiap umat, telah Kami syariatkan ibadah qurban supaya mereka menyebut nama Allah terhadap apa yang telah Allah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.” (QS. Al-Hajj: 34) Untuk penjelasan lebih lengkap tentang hukum qurban, bisa merujuk ke Fatwa MUI tentang Qurban. Kriteria Hewan Qurban Menurut Syariat Hewan qurban harus memenuhi kriteria umur tertentu: Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian menyembelih qurban kecuali berupa musinnah. Namun apabila kalian kesulitan mendapatkannya, maka sembelilah domba yang jadz’ah.” (HR. Muslim) Rincian Usia Hewan Qurban Berikut umur hewan qurban sesuai ketentuan syariat: Hewan Usia Musinnah Usia Jadz’ah Onta 5 tahun – Sapi 2 tahun – Kambing 1 tahun 6 bulan Gambar Saran: Foto kambing qurban sehat dengan alt text: “Hewan qurban sesuai syariat – kambing siap qurban” Tips Memilih Hewan Qurban Meta Description (SEO):Panduan lengkap memilih hewan qurban sesuai syariat Islam, termasuk umur musinnah dan jadz’ah untuk onta, sapi, dan kambing agar ibadah qurban sah. Keyphrase Utama: hewan qurban sesuai syariat Outbound Links: Tags: #Qurban #HewanQurban #Musinnah #Jadzah #QurbanSah #AqiqahSurabaya

News

Apakah Aqiqah Harus Potong Rambut?

Apakah Aqiqah Harus Potong Rambut? Oleh Aqiqah Pekalongan | 28 Juni 2021 Setelah kelahiran bayi, salah satu tradisi yang kerap dilakukan oleh orang tua adalah memotong rambut bayi. Selain untuk membersihkan, kegiatan ini juga memiliki dasar syariat Islam, Bun. Menurut situs resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, ada beberapa adab menyambut bayi yang baru lahir, antara lain: aqiqah dan mencukur rambut bayi. Rasulullah SAW bersabda: “Seorang anak yang baru lahir tergadai dengan aqiqahnya, disembelih darinya (kambing) pada hari ketujuh kelahirannya, dicukur rambutnya dan diberi nama.” (HR. An-Nasa’i, Abu Dawud, At-Tirmidzi) “Setiap anak ada aqiqahnya, sembelihlah aqiqah untuknya dan buanglah kotoran darinya.” (HR. Bukhari) Makna “buanglah kotoran darinya” di sini termasuk mencukur rambut bayi, yang bisa dilakukan sebelum atau sesudah pelaksanaan aqiqah. Hukum mencukur rambut bayi di hari ketujuh merupakan sunnah muakkad, berlaku untuk bayi laki-laki maupun perempuan, sehingga tidak wajib, tapi sangat dianjurkan. Manfaat Mencukur Rambut Bayi Menurut Tim Konsultasi Syariah Ditjen Bimas Islam, mencukur rambut bayi memiliki beberapa manfaat: Dengan demikian, kegiatan mencukur rambut bayi bukan sekadar tradisi, tapi juga memiliki dasar syariat dan manfaat kesehatan. Kesimpulan Jadi, apakah aqiqah harus potong rambut? Jawabannya, tidak wajib, tetapi sunnah muakkad. Mencukur rambut di hari ketujuh setelah kelahiran bayi menjadi bagian dari adab aqiqah yang dianjurkan, sekaligus memberikan manfaat kesehatan bagi bayi.

News

Aqiqah untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal

Aqiqah untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal Oleh Aqiqah Jakarta Selatan | 8 Desember 2020 Melaksanakan aqiqah untuk orang tua yang sudah meninggal menjadi salah satu bentuk rasa bakti anak kepada kedua orang tua. Sebenarnya, hukum aqiqah sendiri adalah sunnah muakad (sunnah yang sangat dianjurkan), sehingga tidak diwajibkan. Namun, sebagai anak, banyak yang ingin menyembelih kambing aqiqah bagi orang tua yang semasa hidupnya belum pernah melaksanakan aqiqah. Lalu, bagaimana hukum aqiqah untuk orang tua yang telah meninggal? Hukum Aqiqah dan Tujuan Pelaksanaannya Secara umum, aqiqah dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran anak. Sunnahnya dilakukan pada hari ketujuh, keempat belas, atau kedua puluh satu setelah kelahiran. Jika belum mampu, aqiqah bisa dilakukan kapan saja sebelum anak baligh. Rasulullah SAW bersabda: “Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur dan diberi nama.”[HR. Abu Dawud no. 2838, at-Tirmidzi no. 1522, Ibnu Majah no. 3165] Dalam konteks ini, aqiqah menegaskan bahwa amal sholeh yang dilakukan anak bisa menjadi amal sholeh bagi orang tua, wallahu a’lam bi showwab. Aqiqah untuk Orang Tua yang Telah Meninggal Beberapa ulama berpendapat bahwa aqiqah atau kurban untuk orang yang sudah meninggal boleh dilakukan sebagai sedekah, walaupun bukan ibadah wajib bagi orang tua. Abu al-Hasan al-Abbadi menjelaskan bahwa: “Bersedekah untuk orang yang telah meninggal dunia sah, bermanfaat, dan pahalanya bisa sampai kepada mereka.”(Muhyiddin Syaraf an-Nawawi, al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, juz 8, hlm. 406) Artinya, jika seorang anak ingin melaksanakan aqiqah atau kurban untuk orang tua yang telah wafat, pahala dan kebaikan dari sedekah tersebut dapat sampai kepada almarhum. Namun, ada juga pandangan dari kalangan mazhab Syafi’i yang menyatakan bahwa aqiqah untuk orang yang telah meninggal lebih sah dilakukan atas wasiat semasa hidupnya, dan pendapat ini dianggap mayoritas dalam mazhab Syafi’i. Pandangan kedua tetap didukung oleh mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali. Lebih lengkap bisa dibaca di sumber resmi: Hukum Berkurban untuk Orang yang Telah Meninggal Dunia. Kesimpulan Melaksanakan aqiqah untuk orang tua yang telah meninggal dunia boleh dilakukan sebagai sedekah dan dapat memberikan pahala bagi almarhum. Anak yang ingin melakukannya mengikuti pendapat ulama yang membolehkan, sehingga ibadah tetap sah dan membawa kebaikan.

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top