by Tri Januari 11, 2022
Anak Sebagai Amanah
Dalam Al-Qur’an, anak digambarkan dalam beberapa tipologi yang menunjukkan betapa besar peran dan tanggung jawab orang tua dalam kehidupan mereka. Setidaknya, terdapat lima gambaran tentang anak, yaitu: anak sebagai ujian (QS. Al-Anfal [8]:28), anak sebagai perhiasan hidup dunia (QS. Al-Kahfi [18]:46), anak sebagai penyejuk hati atau cahaya mata (QS. Al-Furqan [25]:74), anak sebagai musuh (QS. At-Taghabun [64]:14), dan anak sebagai amanah (QS. At-Tahrim [66]:6).
Kelima tipologi tersebut menegaskan bahwa kehadiran anak tidak sekadar menjadi kebahagiaan, tetapi juga tanggung jawab besar yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Orang tua, baik ayah maupun ibu, memiliki kewajiban utama dalam mengasuh, membimbing, dan mendidik anak, khususnya dalam hal agama, agar terwujud keturunan yang baik atau zurriyah thayyibah.
Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…”
(QS. At-Tahrim [66]:6)
Ayat ini menegaskan bahwa menjaga keluarga, termasuk anak-anak, dari kesesatan dan keburukan adalah kewajiban utama orang tua, bukan pilihan.
Tanggung Jawab Orang Tua dalam Islam
Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya tanggung jawab ini dalam hadis sahih yang sangat dikenal:
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya…”
(HR. Muttafaqun ‘Alaih)
Hadis ini menempatkan orang tua sebagai pemimpin dalam rumah tangga. Kepemimpinan tersebut mencakup pendidikan akhlak, keimanan, serta pembentukan karakter anak sejak dini.
Intinya, anak adalah amanah dari Allah SWT yang tidak boleh disia-siakan. Mengabaikan pendidikan dan pengasuhan anak berarti mengkhianati amanah besar yang telah dititipkan.
Peringatan Bagi Orang Tua yang Lalai
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW memberikan peringatan keras bagi orang tua yang lari dari tanggung jawab terhadap anaknya. Beliau menyebutkan bahwa termasuk golongan yang tidak diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat adalah orang tua yang berlepas diri dari anaknya, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ath-Thabrani.
Imam Ibn Qayyim al-Jauziyah juga menegaskan bahwa kerusakan akhlak dan kepribadian anak pada umumnya bersumber dari kelalaian orang tua yang tidak mengajarkan agama serta kewajiban-kewajiban dasar dalam Islam.
Tantangan Pengasuhan Anak di Zaman Sekarang
Di era modern saat ini, akses pendidikan formal sebenarnya semakin mudah. Sekolah dan pesantren tersedia di berbagai daerah, bahkan peluang beasiswa juga terbuka lebar. Namun, realitanya tidak sedikit orang tua yang justru lengah dalam mengawasi perkembangan akhlak, moral, dan keimanan anak.
Akibat kurangnya perhatian terhadap pendidikan agama dan karakter, muncul berbagai perilaku menyimpang yang merugikan masa depan anak. Kondisi inilah yang seharusnya menjadi peringatan serius bagi setiap orang tua.
Doa Memohon Keturunan yang Baik
Sebagai bentuk ikhtiar spiritual, Islam mengajarkan orang tua untuk senantiasa memohon kepada Allah agar dianugerahi keturunan yang saleh. Salah satu doa yang dianjurkan adalah doa Nabi Zakariya AS dalam surah Ali Imran ayat 38:
“Wahai Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku keturunan yang baik dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”
(QS. Ali Imran [3]:38)
Dengan usaha lahir dan batin, disertai doa yang terus-menerus, semoga Allah SWT menganugerahkan anak-anak yang berakhlak mulia, berilmu, dan menjadi penyejuk hati bagi orang tuanya. Wallahu a’lam.