by Tri
Januari 11, 2022
Aqiqah merupakan ibadah berupa penyembelihan hewan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur atas kelahiran seorang anak. Dalam praktiknya, aqiqah biasanya dilaksanakan pada hari ketujuh setelah bayi lahir.
Untuk jumlah hewan aqiqah, bayi laki-laki dianjurkan menyembelih dua ekor kambing, sedangkan bayi perempuan satu ekor kambing. Ketentuan ini didasarkan pada hadits-hadits Rasulullah SAW yang menjadi pedoman umat Islam dalam melaksanakan aqiqah.
Hukum Aqiqah Menurut Para Ulama
Para ulama memiliki beberapa pendapat mengenai hukum aqiqah. Sebagian ulama berpendapat bahwa aqiqah hukumnya wajib, sementara mayoritas ulama menyatakan aqiqah sebagai sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan).
Dari Salman bin Amir Adh-Dhabby radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Bersama kelahiran seorang anak terdapat aqiqah. Karena itu, sembelihlah hewan untuknya dan hilangkan gangguan darinya.”
Berdasarkan hadits tersebut, sebagian ulama memahami bahwa aqiqah memiliki kedudukan yang sangat kuat dalam Islam.
Namun, banyak ulama besar seperti Imam Ahmad rahimahullah dan Syaikh Utsaimin rahimahullah menegaskan bahwa aqiqah adalah sunnah muakkadah. Artinya, sangat dianjurkan bagi orang tua yang mampu, dan gugur bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan.
Waktu Pelaksanaan Aqiqah
Waktu utama pelaksanaan aqiqah adalah hari ketujuh setelah kelahiran anak. Akan tetapi, jika belum mampu, aqiqah boleh dilakukan pada hari keempat belas atau hari kedua puluh satu.
Bahkan, sebagian ulama membolehkan aqiqah dilakukan di luar batas waktu tersebut, termasuk ketika anak sudah berusia remaja, selama orang tua memiliki kemampuan dan niat yang baik.
Aqiqah Bayi Laki-Laki Dilakukan Bertahap
Menyembelih dua ekor kambing untuk bayi laki-laki memang terasa berat bagi sebagian orang tua. Oleh karena itu, terdapat pendapat ulama yang membolehkan pelaksanaan aqiqah secara bertahap, misalnya satu ekor kambing terlebih dahulu dan satu ekor kambing lainnya di waktu berbeda.
Pendapat ini memberikan kemudahan bagi orang tua tanpa mengurangi nilai ibadah aqiqah itu sendiri.
Keistimewaan Anak Yang Telah Diaqiqahi
Terdapat banyak keutamaan dan keistimewaan bagi anak yang telah diaqiqahi, di antaranya:
- Menghidupkan sunnah Rasulullah SAW
- Mempererat tali silaturahmi dengan keluarga, tetangga, dan fakir miskin
- Membebaskan anak dari ketergadaian sebagaimana disebutkan dalam hadits
- Menjadi sebab pembelaan orang tua di akhirat
- Menghindarkan anak dari musibah dan keburukan
- Sebagai bentuk pemenuhan hak anak oleh orang tua
- Mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraan atas kelahiran anak
- Menjauhkan anak dari gangguan setan dalam urusan dunia dan akhirat
Dengan memahami keistimewaan aqiqah, diharapkan orang tua semakin termotivasi untuk melaksanakan ibadah ini sesuai kemampuan dan ketentuan syariat.
Semoga bermanfaat.
Aqiqoh Nurul Hayat
Alhamdulilah kami bangga menjadi bagian dari sebuah gerakan dakwah dan kemanusiaan yang bahu membahu dalam wadah :