Memahami Ketentuan Akikah untuk Sang Buah Hati Menurut Syariat IslamKelahiran buah hati adalah anugerah luar biasa dari Allah SWT. Rasa haru, bahagia, dan syukur tentu menyelimuti hati Ayah Bunda. Salah satu bentuk syukur yang dianjurkan dalam Islam adalah menunaikan ibadah akikah.
Namun, masih banyak orang tua yang bertanya:
Apa saja ketentuan akikah yang sesuai syariat Islam?
Agar tidak keliru, mari kita bahas secara lengkap dan sederhana mulai dari hukum, waktu pelaksanaan, jumlah hewan, hingga tata cara pembagiannya.
Hukum Akikah dalam Islam
Akikah hukumnya sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan, terutama bagi orang tua yang mampu secara finansial.
Ibadah ini menjadi bentuk:
- Ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT
- Bentuk kepedulian sosial
- Sunnah Rasulullah ﷺ
- Doa dan harapan baik untuk masa depan anak
Karena itu, sangat dianjurkan bagi Ayah Bunda untuk tidak meninggalkannya jika memiliki kemampuan.
Waktu Terbaik Pelaksanaan Akikah
Waktu utama pelaksanaan akikah adalah:
✅ Hari ke-7 setelah kelahiran
✅ Jika belum bisa, hari ke-14
✅ Atau hari ke-21
Sebagian ulama juga membolehkan akikah dilakukan setelah itu, bahkan hingga sebelum anak baligh, apabila sebelumnya belum mampu.
Pada hari ketujuh tersebut, disunnahkan juga untuk:
- Mencukur rambut bayi
- Memberi nama yang baik
Jumlah Hewan Akikah Sesuai Syariat
Syariat Islam telah mengatur jumlah hewan akikah sebagai berikut:
- Anak laki-laki: 2 ekor kambing/domba
- Anak perempuan: 1 ekor kambing/domba
Namun, jika orang tua hanya mampu satu ekor untuk anak laki-laki, maka tetap sah dan diperbolehkan. Islam tidak memberatkan umatnya.
Syarat Hewan Akikah yang Sah
Agar akikah sah dan diterima, hewan yang disembelih harus memenuhi syarat berikut:
1️⃣ Sehat dan Tidak Cacat
Hewan tidak boleh:
- Pincang
- Buta
- Sakit
- Sangat kurus
Memberikan hewan terbaik adalah bentuk penghormatan kepada Allah SWT.
2️⃣ Cukup Umur
- Kambing minimal 1 tahun dan masuk tahun kedua
- Domba minimal 6 bulan dan sudah berganti gigi
Tata Cara Pembagian Daging Akikah
Berbeda dengan kurban, daging akikah lebih utama dibagikan dalam keadaan sudah dimasak.
Pembagiannya meliputi:
✔ Dimakan oleh keluarga
Orang tua dan keluarga boleh menikmati hidangan akikah.
✔ Dibagikan kepada tetangga dan kerabat
Sebagai bentuk silaturahmi dan berbagi kebahagiaan.
✔ Disedekahkan kepada fakir miskin
Ini menjadi bentuk kepedulian sosial dan keberkahan rezeki.
Dengan dimasak terlebih dahulu, penerima akan lebih mudah menikmatinya.
Sunnah Lain Saat Akikah
Selain penyembelihan hewan, ada beberapa sunnah tambahan:
✨ Mencukur Rambut Bayi
Rambut digundul lalu ditimbang. Disunnahkan bersedekah emas atau perak seberat timbangan rambut tersebut.
✨ Memberikan Nama yang Baik
Nama adalah doa sepanjang hidup. Pilihlah nama dengan makna yang indah dan penuh harapan.
Ingin Akikah Praktis, Syar’i, dan Tanpa Ribet?
Mengurus sendiri proses akikah memang membutuhkan waktu dan tenaga, mulai dari:
- Mencari hewan yang sesuai syarat
- Penyembelihan sesuai syariat
- Pengolahan higienis
- Distribusi yang tepat
Agar lebih tenang dan fokus menikmati momen bersama keluarga, Ayah Bunda bisa mempercayakan kepada Aqiqah Nurul Hayat.
Sebagai pelopor aqiqah siap saji terbesar di Indonesia sejak 2001, dengan puluhan cabang dan jangkauan ratusan kota, Aqiqah Nurul Hayat siap membantu pelaksanaan akikah yang:
✔ Sesuai syariat
✔ Higienis & profesional
✔ Praktis tanpa repot
✔ Siap dibagikan
Sehingga ibadah tetap sah, berkah, dan membahagiakan.
Penutup
Memahami ketentuan akikah sesuai syariat Islam akan membuat ibadah Ayah Bunda semakin tenang dan mantap. Akikah bukan sekadar tradisi, melainkan wujud ketaatan dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Semoga buah hati tumbuh menjadi anak yang sholeh dan sholehah, berbakti kepada orang tua, serta membawa keberkahan bagi keluarga. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.