by Shofi
Juni 30, 2022
Dalam dunia parenting, istilah father hunger sebenarnya bukan hal yang baru, ya Bun. Father hunger adalah kondisi ketika anak kehilangan kehadiran sosok ayah, baik secara fisik maupun secara psikologis, dalam kehidupannya sehari-hari.
Ketidakhadiran ayah ini tidak selalu berarti ayah tidak ada di rumah. Namun, bisa juga terjadi ketika ayah hadir secara fisik, tetapi kurang terlibat secara emosional dalam proses tumbuh kembang anak.
Dampak Father Hunger pada Anak
Father hunger dapat memberikan dampak jangka panjang bagi anak. Kondisi ini berpengaruh pada perkembangan karakter, rasa percaya diri, serta cara anak menjalin hubungan sosial ketika ia tumbuh dewasa.
Selain itu, anak yang mengalami father hunger cenderung lebih mudah merasa tidak aman secara emosional. Hal ini dapat memengaruhi cara anak mengambil keputusan, mengekspresikan perasaan, hingga membangun relasi dengan orang lain di masa depan.
Pentingnya Peran Ayah dalam Kehidupan Anak
Oleh karena itu, peran ayah dalam keluarga sangatlah penting. Ayah tidak hanya diharapkan hadir secara fisik, tetapi juga hadir secara psikis dan emosional dalam kehidupan anak.
Kehadiran ayah yang hangat, suportif, dan terlibat aktif dapat membantu anak merasa dicintai, dihargai, dan aman. Dengan begitu, risiko munculnya father hunger pada anak dapat diminimalkan sejak dini.
Mencegah father hunger bukan tentang kesempurnaan, melainkan tentang konsistensi kehadiran ayah dalam setiap fase pertumbuhan anak.
View this post on Instagram
Aqiqoh Nurul Hayat
Alhamdulillah, kami bangga menjadi bagian dari gerakan dakwah dan kemanusiaan yang terus mendukung keluarga dan tumbuh kembang anak.