by Tri
Januari 07, 2022
Pembagian Daging Aqiqah
Pembagian daging aqiqah sering menjadi pertanyaan di tengah masyarakat. Pada dasarnya, aqiqah bukan hanya sekadar menyembelih hewan sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran anak. Namun demikian, terdapat tata cara pembagian yang perlu diperhatikan agar pelaksanaannya sesuai syariat dan lebih afdal.
Waktu Pembagian Daging Aqiqah
Pada umumnya, aqiqah dianjurkan dilakukan pada hari ke-7 setelah kelahiran bayi. Akan tetapi, jika belum memungkinkan, pelaksanaannya dapat dilakukan pada hari ke-14, ke-21, atau hari lain ketika orang tua sudah mampu. Dengan kata lain, pembagian tetap sah meskipun tidak tepat di hari ketujuh.
Siapa Saja yang Berhak Menerima
Selanjutnya, daging aqiqah boleh dikonsumsi oleh keluarga yang beraqiqah. Selain itu, daging tersebut juga dianjurkan untuk dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan kerabat. Adapun pembagian yang sering dianjurkan adalah:
- 1/3 untuk keluarga
- 1/3 untuk fakir miskin
- 1/3 untuk tetangga atau kerabat
Meskipun demikian, pembagian ini tidak bersifat wajib dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Dibagikan Mentah atau Matang
Pada dasarnya, daging aqiqah boleh dibagikan dalam keadaan mentah maupun sudah dimasak. Namun, dalam praktiknya, daging aqiqah lebih sering dibagikan dalam kondisi matang. Hal ini karena selain lebih praktis, juga lebih bermanfaat bagi penerima. Oleh sebab itu, banyak keluarga memilih mengadakan hajatan atau membagikan nasi kotak aqiqah.
Di era sekarang, jasa aqiqah hadir sebagai solusi praktis. Dengan menggunakan jasa aqiqah, orang tua tidak perlu repot mengurus penyembelihan, pengolahan, hingga pendistribusian daging aqiqah.
Sebagai kesimpulan, pembagian daging aqiqah memiliki fleksibilitas selama tetap sesuai syariat Islam. Yang terpenting adalah niat ibadah dan kepedulian sosial kepada sesama.