TATA CARA AQIQAH YANG BENAR: PANDUAN LENGKAP UNTUK AYAH BUNDA
Ayah Bunda yang dirahmati Allah, menunaikan ibadah aqiqah untuk buah hati adalah salah satu sunnah Rasulullah SAW yang penuh keberkahan. Melalui ibadah ini, orang tua mengekspresikan rasa syukur atas karunia anak sekaligus berharap keberkahan bagi kehidupannya.
Namun, masih banyak Ayah Bunda yang bertanya tentang tata cara aqiqah yang benar. Apakah harus mewah? Kapan waktunya? Berapa jumlah kambingnya? Memahami panduannya akan membantu ibadah ini terlaksana dengan tenang dan sesuai syariat.
Berikut panduan lengkapnya.
1. Niat dan Hukum Aqiqah
Langkah pertama dalam tata cara aqiqah adalah meluruskan niat. Aqiqah diniatkan sebagai ibadah kepada Allah SWT, bukan sekadar tradisi atau acara syukuran biasa.
Hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan bagi orang tua yang mampu.
Dengan niat yang ikhlas:
- Ibadah bernilai pahala
- Menjadi wujud syukur
- Menghidupkan sunnah Rasulullah
Niat tidak harus dilafalkan, cukup di dalam hati saat penyembelihan.
2. Waktu Pelaksanaan Aqiqah
Dalam tata cara aqiqah, waktu pelaksanaan memiliki keutamaan tersendiri.
Urutan waktu yang dianjurkan:
- Hari ke-7 setelah kelahiran
- Hari ke-14
- Hari ke-21
Jika belum mampu pada waktu tersebut, aqiqah tetap boleh dilaksanakan kapan saja sebelum anak baligh.
Sebagian ulama juga membolehkan anak mengaqiqahi dirinya sendiri saat dewasa bila belum diaqiqahi orang tuanya.
3. Jumlah Hewan Aqiqah
Ketentuan jumlah hewan merupakan bagian penting dari tata cara aqiqah yang benar.
Rinciannya:
- Anak laki-laki: 2 ekor kambing/domba
- Anak perempuan: 1 ekor kambing/domba
Ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW.
Namun, bila kondisi ekonomi belum memungkinkan, satu ekor kambing untuk anak laki-laki tetap sah sebagai aqiqah.
4. Syarat Hewan Aqiqah
Hewan aqiqah harus memenuhi syarat syariat, sama seperti hewan kurban.
Kriterianya:
- Sehat dan tidak sakit
- Tidak cacat (buta, pincang, sangat kurus)
- Cukup umur
- Domba: minimal 6–12 bulan (tergantung mazhab)
- Kambing: minimal 1 tahun
Memilih hewan terbaik adalah bentuk kesungguhan dalam beribadah.
5. Proses Penyembelihan
Penyembelihan termasuk inti tata cara aqiqah.
Hal yang harus diperhatikan:
- Membaca Bismillah
- Menghadap kiblat
- Menggunakan alat tajam
- Dilakukan oleh penyembelih yang paham syariat
Disunnahkan membaca doa:
“Bismillahi Allahu Akbar, Allahumma minka wa ilaika ‘aqiqatu (nama anak).”
6. Pengolahan dan Pembagian Daging
Berbeda dengan kurban, dalam tata cara aqiqah daging dianjurkan dimasak terlebih dahulu.
Hikmahnya:
- Memudahkan penerima
- Mempererat silaturahmi
- Menambah kebahagiaan
Pembagian yang dianjurkan:
- 1/3 untuk keluarga
- 1/3 untuk kerabat & tetangga
- 1/3 untuk fakir miskin
Tidak diperbolehkan menjual daging aqiqah.
7. Sunnah Lain dalam Aqiqah
Beberapa amalan sunnah yang melengkapi tata cara aqiqah:
Mencukur Rambut Bayi
Dilakukan pada hari ke-7.
Bersedekah Seberat Rambut
Rambut ditimbang, lalu disedekahkan senilai perak/uangnya.
Memberi Nama Baik
Nama adalah doa sepanjang hidup anak.
Melaksanakan sunnah ini menambah kesempurnaan ibadah aqiqah.
Penutup: Tunaikan Aqiqah Lebih Mudah Bersama Aqiqah Nurul Hayat
Ayah Bunda, memahami tata cara aqiqah yang benar membantu kita menunaikan ibadah ini dengan lebih yakin dan tenang.
Mulai dari:
- Niat
- Waktu
- Jumlah hewan
- Penyembelihan
- Hingga pembagian
Semua memiliki tuntunan syariat yang jelas.
Agar lebih praktis, Ayah Bunda dapat mempercayakan pelaksanaannya kepada Aqiqah Nurul Hayat — sub-brand dari Aqiqah Nurul Hayat.
Layanan yang tersedia:
- Hewan sesuai syariat
- Penyembelihan halal
- Masakan higienis
- Siap dibagikan
- Harga hemat
Sehingga Ayah Bunda bisa fokus pada kebahagiaan keluarga tanpa repot proses teknis.
Aqiqah Nurul Hayat — Aqiqah Hemat, Nikmat & Lezat.