Benarkah Bayi Tidak Boleh Keluar Sebelum 40 Hari
by Shofi
Februari 25, 2022
Sistem kekebalan tubuh bayi yang baru lahir masih berkembang dan mungkin tak dapat melawan infeksi, termasuk virus COVID-19. Maka dari itu, hindarilah tempat yang ramai dan ibu perlu menjaga jarak setidaknya dua meter dengan orang lain. Di samping itu, ibu juga perlu membatasi pengunjung untuk keluarga atau teman-teman ya
Banyak orang tua baru yang bertanya-tanya, benarkah bayi tidak boleh keluar sebelum 40 hari? Anggapan ini cukup populer di masyarakat dan sering dianggap sebagai aturan mutlak. Padahal, jika ditinjau secara medis, tidak ada larangan ilmiah yang benar-benar melarang bayi baru lahir keluar rumah sebelum usia tersebut.
Meski demikian, dokter anak umumnya menyarankan agar bayi baru mulai diajak bepergian setelah usianya sekitar 3–4 bulan. Itu pun dengan catatan jarak tidak terlalu jauh, durasi tidak lama, serta menggunakan transportasi yang aman dan nyaman seperti mobil pribadi atau taksi.
Lalu, mengapa aturan 40 hari ini begitu dipercaya? Berikut penjelasannya.
View this post on Instagram
Alasan Bayi Dianjurkan Tidak Keluar Rumah Sebelum 40 Hari
Walaupun tidak bersifat wajib, anjuran menunggu hingga 40 hari sebenarnya memiliki beberapa pertimbangan penting, baik untuk ibu maupun bayi.
Menunggu Kondisi Ibu Pulih Pasca Persalinan
Pertama, masa 40 hari sering dikaitkan dengan waktu pemulihan ibu setelah melahirkan. Secara medis, tubuh ibu memang membutuhkan waktu untuk kembali stabil, terutama pada beberapa minggu awal setelah persalinan.
Pada periode ini, masih ada risiko komplikasi seperti perdarahan, infeksi, atau pembekuan darah. Oleh karena itu, banyak dokter menyarankan ibu untuk membatasi aktivitas di luar rumah setidaknya selama 3–4 minggu. Sementara itu, bagi ibu yang menjalani operasi caesar, waktu pemulihan umumnya lebih lama, yakni sekitar enam minggu.
Sistem Imun Bayi Masih Lemah
Selain kondisi ibu, faktor kesehatan bayi juga menjadi pertimbangan utama. Bayi baru lahir belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang sempurna. Akibatnya, mereka lebih rentan terhadap virus, bakteri, asap rokok, hingga polusi udara.
Karena alasan inilah, membawa bayi ke luar rumah—terutama ke tempat ramai—perlu dipertimbangkan dengan sangat hati-hati. Meski terlihat sehat, daya tahan tubuh bayi masih dalam tahap perkembangan.
Perawatan Bayi Masih Sangat Intensif
Di sisi lain, merawat bayi baru lahir di luar rumah juga tidak selalu mudah. Terutama bagi bayi yang masih mendapatkan ASI eksklusif, ibu perlu menyusui dengan frekuensi yang cukup sering.
Sayangnya, tidak semua tempat umum memiliki ruang laktasi yang nyaman. Selain itu, frekuensi BAK dan BAB bayi yang bisa mencapai 10–12 kali sehari membuat orang tua harus membawa banyak perlengkapan. Hal ini tentu bisa menjadi tantangan tersendiri, apalagi jika harus mengganti popok di luar rumah.
Hal yang Perlu Diperhatikan Jika Bayi Harus Keluar Rumah
Namun demikian, ada kondisi tertentu yang mengharuskan ibu membawa bayi keluar rumah sebelum 40 hari, misalnya untuk kontrol ke dokter. Jika hal ini tidak bisa dihindari dan dokter mengizinkan, beberapa hal berikut perlu diperhatikan.
Perhatikan Kondisi Cuaca
Pastikan cuaca sedang bersahabat. Hindari mengajak bayi keluar rumah saat cuaca terlalu panas, hujan, atau berangin kencang karena dapat membuat bayi tidak nyaman dan mudah rewel.
Sesuaikan Pakaian Bayi
Karena suhu tubuh bayi belum stabil, pakaian perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Hindari pakaian terlalu tipis saat cuaca dingin, namun juga jangan terlalu tebal ketika berada di tempat yang panas.
Hindari Tempat Ramai
Terakhir, sebisa mungkin hindari kerumunan. Sistem imun bayi yang masih berkembang membuatnya lebih mudah terpapar penyakit, termasuk infeksi virus. Oleh karena itu, batasi interaksi dengan banyak orang dan jaga jarak yang aman.
Kesimpulan
Jadi, benarkah bayi tidak boleh keluar sebelum 40 hari? Jawabannya, tidak ada larangan medis yang mutlak. Namun, anjuran tersebut muncul sebagai bentuk kehati-hatian demi kesehatan ibu dan bayi.
Pada akhirnya, boleh atau tidaknya bayi keluar rumah sebelum usia 40 hari sangat bergantung pada kondisi masing-masing. Oleh sebab itu, jika memang perlu bepergian, pastikan ibu dan bayi dalam kondisi sehat serta sudah berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Semoga bermanfaat.
Sumber: halodoc.com, ayahbunda.com
Aqiqoh Nurul Hayat
Alhamdulillah kami bangga menjadi bagian dari sebuah gerakan dakwah dan kemanusiaan yang bahu membahu dalam wadah.