Do’a Saat Putus Asa
by Tri
Januari 11, 2022
Dalam ajaran Islam, terdapat do’a saat putus asa yang dapat diamalkan ketika hati terasa lelah dan harapan seolah menjauh. Doa ini menjadi penguat iman sekaligus pengingat bahwa pertolongan Allah SWT selalu dekat, bahkan di saat manusia berada pada titik terendah dalam hidupnya.
Kehidupan Penuh Ujian dan Hikmah
Setiap manusia tentu memiliki keinginan dan cita-cita yang ingin dicapai. Namun demikian, tidak semua usaha selalu berakhir sesuai rencana. Kegagalan, kesedihan, dan rasa kecewa sering kali datang tanpa diduga.
Meski terasa berat, sesungguhnya di balik setiap ujian terdapat hikmah besar. Oleh karena itu, Islam mengajarkan agar umatnya tetap bersabar dan tidak kehilangan harapan. Allah SWT tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan hamba-Nya.
Namun, pada kenyataannya, tidak sedikit orang yang larut dalam kesedihan hingga merasa putus asa. Bahkan, sebagian hampir menyerah menghadapi hidup. Padahal, di saat seperti inilah doa memiliki peran yang sangat penting.
Keutamaan Membaca Do’a Saat Putus Asa
Doa bukan sekadar permohonan, melainkan bentuk penghambaan dan penyerahan diri kepada Allah SWT. Selain itu, doa juga mampu menenangkan hati serta menguatkan jiwa yang sedang rapuh.
Ketika seseorang merasa putus asa, membaca doa dapat menjadi jalan untuk kembali bangkit. Dengan berdoa, seorang Muslim mengakui keterbatasannya sekaligus meyakini bahwa hanya Allah SWT yang mampu memberikan pertolongan sejati.
Surat Al-Insyirah Ayat 1–8
Salah satu bacaan yang sangat dianjurkan sebagai do’a saat putus asa adalah Surat Al-Insyirah ayat 1–8. Surat ini mengandung pesan kuat tentang kelapangan dada dan janji kemudahan setelah kesulitan.
“Alam nasyrah laka sadrak.
Wa wada’naa ‘anka wizrak.
Alladzii anqadha zhahrak.
Wa rafa’naa laka dzikrak.
Fa inna ma’al ‘usri yusraa.
Inna ma’al ‘usri yusraa.
Fa idzaa faraghta fanshab.
Wa ilaa rabbika farghab.”
Artinya:
“Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Muhammad)? Dan Kami telah menurunkan beban darimu yang memberatkan punggungmu. Dan Kami tinggikan sebutan namamu. Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Maka apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.”
Melalui ayat ini, Allah SWT menegaskan bahwa kesulitan tidak pernah datang sendirian. Sebaliknya, selalu ada kemudahan yang menyertainya.
Memulai Doa dengan Pujian dan Shalawat
Selain membaca ayat Al-Qur’an, Rasulullah SAW juga mengajarkan adab berdoa. Salah satunya adalah memulai doa dengan memuji Allah SWT dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Dalam sebuah hadits disebutkan:
“Apabila salah seorang di antara kalian berdoa, hendaklah ia memulai dengan memuji dan mengagungkan Allah, kemudian bershalawat kepada Nabi, lalu berdoa sesuai keinginannya.”
(HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Oleh karena itu, saat merasa putus asa, dianjurkan untuk menyebut Asmaul Husna terlebih dahulu, seperti Yaa Rahmaan, Yaa Rahiim, atau Yaa Baasith. Setelah itu, bacalah shalawat dan sampaikan doa dengan penuh keyakinan.
Larangan Berputus Asa dari Rahmat Allah
Lebih lanjut, Allah SWT dengan tegas melarang hamba-Nya untuk berputus asa dari rahmat-Nya. Hal ini ditegaskan dalam Surat Az-Zumar ayat 53:
“Qul yaa ‘ibaadiyal ladziina asrafuu ‘alaa anfusihim laa taqnathuu mirrahmatillaah; innallaaha yaghfirudz dzunuuba jamii’aa; innahuu huwal ghafuurur rahiim.”
Artinya:
“Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Ayat ini menegaskan bahwa sebesar apa pun dosa dan seberat apa pun ujian hidup, pintu ampunan dan rahmat Allah SWT selalu terbuka.
Penutup
Sebagai penutup, do’a saat putus asa bukan hanya rangkaian kata, melainkan bentuk keimanan dan harapan seorang hamba kepada Rabb-nya. Oleh sebab itu, tetaplah berdoa, bersabar, dan yakin bahwa setiap kesulitan pasti memiliki akhir yang indah.
Jangan pernah menyerah, karena Allah SWT selalu bersama hamba-Nya yang berharap.
Aqiqoh Nurul Hayat
Alhamdulillah kami bangga menjadi bagian dari sebuah gerakan dakwah dan kemanusiaan yang bahu membahu dalam wadah.