Ayah Bunda yang dirahmati Allah, kelahiran buah hati adalah nikmat luar biasa yang patut disyukuri. Salah satu bentuk rasa syukur yang dianjurkan dalam Islam adalah melaksanakan aqiqah. Namun agar ibadah ini sah dan berpahala, penting bagi kita memahami ketentuan aqiqah sesuai syariat Islam.
Aqiqah bukan sekadar tradisi atau acara makan bersama. Ia adalah ibadah sunnah yang memiliki dalil kuat, tata cara khusus, serta hikmah yang besar bagi anak dan keluarga.
Berikut panduan lengkapnya.
Hukum Aqiqah dalam Islam
Menurut mayoritas ulama, hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama.”
(HR. Abu Dawud, An-Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)
Hadits ini menjadi dasar utama ketentuan aqiqah dalam Islam. Aqiqah adalah bentuk penebusan, perlindungan, sekaligus wujud syukur atas kelahiran anak.
Waktu Pelaksanaan Aqiqah yang Dianjurkan
Salah satu ketentuan aqiqah yang penting dipahami adalah waktu pelaksanaannya.
Waktu terbaik adalah:
- Hari ke-7 setelah kelahiran
- Jika terlewat, hari ke-14 atau ke-21
- Jika belum mampu, boleh dilaksanakan kapan saja sebelum anak baligh
Sebagian ulama berpendapat bahwa jika anak sudah baligh dan belum diaqiqahi, maka ia boleh mengaqiqahi dirinya sendiri apabila mampu.
Yang terpenting adalah niat dan kesungguhan untuk menunaikan sunnah Rasulullah SAW.
Jumlah Hewan dalam Ketentuan Aqiqah
Dalam ketentuan aqiqah, jumlah hewan berbeda antara anak laki-laki dan perempuan:
- Anak laki-laki: 2 ekor kambing/domba
- Anak perempuan: 1 ekor kambing/domba
Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW:
“Untuk anak laki-laki dua kambing yang sepadan, dan untuk anak perempuan satu kambing.”
(HR. An-Nasa’i, Abu Dawud, Tirmidzi)
Jika kondisi ekonomi belum memungkinkan, sebagian ulama membolehkan satu ekor kambing untuk anak laki-laki. Islam memberi kemudahan sesuai kemampuan.
Syarat Hewan Aqiqah
Ketentuan aqiqah juga mengatur syarat hewan yang digunakan, yaitu:
- Tidak cacat (tidak buta, tidak pincang parah, tidak sakit berat, dan tidak sangat kurus)
- Cukup umur (minimal 1 tahun untuk kambing, atau 6 bulan untuk domba/jadza’ah)
- Disembelih sesuai syariat Islam
Memastikan syarat ini penting agar aqiqah sah dan diterima sebagai ibadah.
Tata Cara Pembagian Daging Aqiqah
Berbeda dengan qurban, daging aqiqah dianjurkan untuk dimasak terlebih dahulu sebelum dibagikan.
Pembagiannya dapat dilakukan dengan cara:
- Sepertiga untuk keluarga
- Sepertiga untuk kerabat dan tetangga
- Sepertiga untuk fakir miskin
Tujuan dari ketentuan aqiqah ini adalah memperluas kebahagiaan dan mempererat silaturahmi, sekaligus berbagi kepada yang membutuhkan.
Sunnah Lain Saat Pelaksanaan Aqiqah
Selain penyembelihan hewan, terdapat beberapa sunnah lain dalam ketentuan aqiqah:
1. Mencukur Rambut Bayi
Rambut bayi dicukur pada hari ketujuh, lalu ditimbang dan disedekahkan perak seberat timbangan rambut tersebut.
2. Memberi Nama yang Baik
Disunnahkan memberi nama yang indah dan memiliki makna baik, karena nama adalah doa sepanjang hidup anak.
Hikmah Melaksanakan Aqiqah
Memahami ketentuan aqiqah akan membuat ibadah ini terasa lebih bermakna. Beberapa hikmahnya antara lain:
- Wujud syukur kepada Allah SWT
- Menghidupkan sunnah Rasulullah SAW
- Doa keberkahan untuk anak
- Mempererat silaturahmi
- Membantu kaum dhuafa
Aqiqah adalah awal yang baik untuk perjalanan hidup sang buah hati.
Solusi Praktis Aqiqah Sesuai Syariat
Ayah Bunda, di tengah kesibukan mengurus si kecil, proses memilih hewan, penyembelihan, memasak, hingga distribusi tentu tidak mudah.
Aqiqah Nurul Hayat hadir membantu pelaksanaan aqiqah sesuai ketentuan aqiqah yang syar’i dan terpercaya. Mulai dari pemilihan hewan sehat, penyembelihan halal, pengolahan higienis, hingga pendistribusian ke lebih dari 100 kota di Indonesia — semua ditangani profesional.
Dengan layanan siap saji hingga puluhan ribu porsi, Ayah Bunda bisa menunaikan aqiqah dengan tenang, mudah, dan penuh keberkahan.