Hukum Melaksanakan Aqiqah Adalah Wajib atau Sunnah? Ini Penjelasannya

Ayah Bunda, hadirnya buah hati adalah anugerah terbesar dari Allah SWT yang membawa kebahagiaan sekaligus amanah mulia. Dalam menyambut kelahiran si kecil, orang tua Muslim tentu ingin menunaikan ibadah terbaik, salah satunya aqiqah. Namun, masih banyak yang bertanya: sebenarnya hukum melaksanakan aqiqah adalah apa? Apakah wajib atau hanya sunnah?

Memahami hukum aqiqah sangat penting agar Ayah Bunda dapat menjalankannya dengan tenang, tanpa keraguan, dan sesuai tuntunan syariat Islam. Artikel ini akan membahas secara lengkap dalil, pendapat ulama, waktu pelaksanaan, hingga tata caranya.


Hukum Melaksanakan Aqiqah Adalah Sunnah Muakkadah

Berdasarkan mayoritas ulama dari empat mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali), hukum melaksanakan aqiqah adalah sunnah muakkadah.

Sunnah muakkadah berarti:

  • Sangat dianjurkan
  • Ditekankan oleh Rasulullah SAW
  • Berpahala besar jika dikerjakan
  • Tidak berdosa jika ditinggalkan

Dalil utamanya adalah sabda Rasulullah SAW:

“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan hewan pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.”
(HR. Bukhari)

Hadits lain menyebutkan:

“Bersama anak laki-laki ada aqiqah, maka sembelihlah hewan untuknya.”
(HR. Bukhari)

Dari dalil ini, para ulama menegaskan bahwa hukum melaksanakan aqiqah bukan wajib, namun sangat dianjurkan bagi orang tua yang mampu.


Hikmah di Balik Disyariatkannya Aqiqah

Mengapa aqiqah begitu ditekankan?

Karena aqiqah bukan sekadar penyembelihan hewan. Banyak hikmah di dalamnya:

1. Wujud Syukur kepada Allah

Atas kelahiran anak yang sehat dan sempurna.

2. “Tebusan” bagi Anak

Makna hadits “tergadai dengan aqiqahnya”.

3. Doa Keberkahan

Agar anak tumbuh shalih dan diberkahi.

4. Syiar Islam

Menunjukkan kebahagiaan dalam ketaatan.

5. Sarana Berbagi

Daging dibagikan kepada kerabat & dhuafa.

Karena itulah, memahami bahwa hukum melaksanakan aqiqah adalah sunnah muakkadah membuat kita semakin terdorong untuk menunaikannya.


Kapan Waktu Pelaksanaan Aqiqah?

Waktu pelaksanaan aqiqah telah diatur dalam sunnah.

Hari ke-7 (Paling Utama)

Berdasarkan hadits Rasulullah SAW.

Alternatif Waktu

Jika belum mampu:

  • Hari ke-14
  • Hari ke-21

Jika Terlewat

Mayoritas ulama membolehkan aqiqah dilakukan kapan saja hingga anak baligh.

Jika anak sudah dewasa dan belum diaqiqahi, ia boleh mengaqiqahi dirinya sendiri menurut sebagian pendapat.

Ini menunjukkan fleksibilitas karena hukum melaksanakan aqiqah adalah sunnah, bukan kewajiban mutlak.


Jenis dan Jumlah Hewan Aqiqah

Pelaksanaan aqiqah memiliki ketentuan khusus.

Jumlah Hewan

  • Anak laki-laki: 2 ekor kambing/domba
  • Anak perempuan: 1 ekor kambing/domba

Berdasarkan hadits:

“Untuk anak laki-laki dua kambing dan perempuan satu kambing.”
(HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah)

Syarat Hewan

Hewan harus:

  • Sehat
  • Tidak cacat
  • Tidak kurus
  • Cukup umur

Usia minimal:

  • Kambing: ±1 tahun
  • Domba: ±6–12 bulan

Tata Cara Pembagian Daging Aqiqah

Berbeda dengan kurban, daging aqiqah dianjurkan:

✔ Dimasak terlebih dahulu
✔ Dibagikan dalam bentuk hidangan

Distribusinya:

  • Fakir miskin
  • Tetangga
  • Kerabat
  • Sahabat

Keluarga juga boleh memakannya untuk mengambil berkah.


Bagaimana Jika Belum Mampu Melaksanakan Aqiqah?

Ayah Bunda tidak perlu khawatir.

Karena hukum melaksanakan aqiqah adalah sunnah muakkadah, maka:

  • Tidak berdosa jika belum mampu
  • Bisa ditunda
  • Bisa dilakukan saat rezeki lapang

Allah SWT berfirman bahwa Dia tidak membebani hamba di luar kemampuannya.

Yang terpenting adalah niat dan ikhtiar.


Solusi Praktis Melaksanakan Aqiqah

Di era modern, banyak orang tua terkendala:

  • Waktu
  • Tenaga
  • Proses penyembelihan
  • Pengolahan masakan

Karena itu, layanan aqiqah profesional menjadi solusi.

Aqiqah Nurul Hayat hadir membantu Ayah Bunda menunaikan aqiqah secara:

  • Syar’i
  • Praktis
  • Higienis
  • Siap saji
  • Hemat biaya

Sebagai sub-brand dari Aqiqah Nurul Hayat, seluruh proses dijamin:

  • Hewan sehat
  • Penyembelihan halal
  • Pengolahan profesional
  • Distribusi siap

Ayah Bunda bisa fokus beribadah tanpa repot teknis pelaksanaan.


Kesimpulan

Kini Ayah Bunda telah memahami bahwa:

Hukum melaksanakan aqiqah adalah sunnah muakkadah — sangat dianjurkan namun tidak wajib.

Ringkasnya:

  • Status: Sunnah muakkadah
  • Waktu utama: Hari ke-7
  • Laki-laki: 2 kambing
  • Perempuan: 1 kambing
  • Boleh ditunda jika belum mampu

Menunaikan aqiqah adalah wujud syukur, cinta, dan doa terbaik untuk buah hati.

Jika ingin praktis tanpa mengurangi kesyariatannya, Aqiqah Nurul Hayat siap menjadi mitra amanah keluarga Ayah Bunda.

Aqiqah Nurul Hayat — Aqiqah Hemat, Nikmat & Lezat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Aqiqah No. #1 di Indonesia dengan 52 cabang. Dipercaya keluarga Indonesia dan para artis.

Hidangan lezat dari kambing pilihan, dimasak oleh juru masak berpengalaman, siap menjadikan momen tasyakuran atau berbagi Anda lebih bermakna.

KANTOR PUSAT

Perum IKIP Gunung Anyar B-48 Surabaya.

Buka Setiap Hari : 08.00 - 21.00 WIB

HOTLINE : 0822 2955 1842

QUICK LINK

Kantor Cabang

Paket Aqiqah

Testimoni Artis

FAQ Seputar Aqiqah

Scroll to Top